RESPONS TERHADAP HIV DAN AIDS

Respons Tahun 1985 – 2002

Respons Nasional terhadap epidemi HIV AND AIDS di Indonesia telah dimulai pada tahun 1985 dan terus meningkat selaras dengan meningkatnya jenis dan besaran masalah yang dihadapi baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. Respons utama dalam kurun waktu tersebut meliputi pembentukan Kelompok Kerja Penanggulangan AIDS di Departemen Kesehatan, penetapan wajib lapor kasus AIDS, penetapan laboratorium untuk pemerikasaan HIV, penyiapan dan penyebaran bahan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE). Surveilans HIV pada sub-populasi tertentu dilakukan demikian pula peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan non-kesehatan dalam menghadapi epidemi serta lahirnya banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli terhadap HIV AND AIDS. Continue reading

Penelitian Dan Riset Pengembangan

Upaya penanggulangan HIV dan AIDS yang sedang dan akan diselenggarakan memerlukan pengembangan terus menerus. Banyak aspek penanggulangan yang belum diketahui. Perbedaan laju epidemi di berbagai daerah perlu dicari faktor-faktor yang menyebabkannya. Penelitian dan riset operasional diharapkan mampu memberikan jawaban atas hal- hal tersebut sehingga ditingkatkan pada empat tahun kedepan. Continue reading

KPA (Komisi Penanggulangan AIDS)

Tugas pokok dan fungsi KPA Nasional sebagaimana tercantum dalam Perpres No. 75 Tahun 2006 adalah sebagai berikut:

  1. Menetapkan kebijakan dan rencana strategis nasional serta pedoman umum pencegahan, pengendalian dan penaggulangan AIDS.
  2. Menetapkan langkah-langkah strategis yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan.
  3. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan penyuluhan, pencegahan, pelayanan, pemantauan, pengendalian dan penaggulangan AIDS. Continue reading

Dampak HIV/AIDS Terhadap Kehidupan

1. Dampak Demografi

Salah satu efek jangka panjang endemi HIV dan AIDS yang telah meluas seperti yang telah terjadi di Papua adalah dampaknya pada indikator demografi. Karena tingginya proporsi kelompok umur yang lebih muda terkena penyakit yang membahayakan ini, dapat diperkirakan nantinya akan menurunkan angka harapan hidup. Karena semakin banyak orang yang diperkirakan hidup dalam jangka waktu yang lebih pendek, kontribusi yang diharapkan dari mereka pada ekonomi nasional dan perkembangan sosial menjadi semakin kecil dan kurang dapat diandalkan. Hal ini menjadi masalah yang penting karena hilangnya individu yang terlatih dalam jumlah besar tidak akan mudah dapat digantikan. Pada tingkat makro, biaya yang berhubungan dengan kehilangan seperti itu, seumpama meningkatnya pekerja yang tidak hadir, meningkatnya biaya pelatihan, pendapatan yang berkurang, dan sumber daya yang seharusnya dipakai untuk aktivitas produktif terpaksa dialihkan pada perawatan kesehatan, waktu yang terbuang untuk merawat anggota keluarga yang sakit, dan lainnya,juga akan meningkat. Continue reading

Program Pencegahan HIV/AIDS

Untuk mencapai tujuan pencegahan dengan berbagai sasaran maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan di kelompokan dalam program –program sebagai berikut:

  1. Program peningkatan pelayan konseling dan testing sukarela. Pelayanan konseling dan testing sukarela ditingkatkan jumlah dan mutunya dengan melibatkan kelompok dukungan sebaya sehingga mencapai hasil maksimal.
  2. Program peningkatan penggunaan kondom pada hubungan seks berisiko. Peningkatan penggunaan kondom pada setiap hubungan seks berisiko ditingkatkan untuk mencegah infeksi HIV dan IMS. Penggunaan kondom perempuan dimungkinkan untuk digunakan pada tempat-tempat yang memerlukan. Program mencakup juga Intervensi Perubahan Perilaku (Behavior Change Intervention = BCI). Continue reading

Area Pencegahan HIV/AIDS

Penyebaran HIV dipengaruhi oleh perilaku berisiko kelompok-kelompok masyarakat. Pencegahan dilakukan kepada kelompok-kelompok masyarakat sesuai dengan perilaku kelompok dan potensi ancaman yang dihadapi. Kegiatan kegiatan dari pencegahan dalam bentuk penyuluhan, promosi hidup sehat, pendidikan sampai kepada cara menggunakan alat pencegahan yang efektif dikemas sesuai dengan sasaran upaya pencegahan. Continue reading

Upaya Pengobatan HIV

Melihat sangat berbahayanya penyakit ini, berbagai usaha telah dilakukan dalam pengembangan penelitian obat-obatan yang dapat mengatasinya. Pengobatan yang terus berkembang hingga saat ini memiliki target yaitu enzim-enzim yang dihasilkan oleh HIV dan diperlukan oleh virus tersebut untuk berkembang. Enzim-enzim ini dihambat dengan menggunakan inhibitor yang nantinya akan menghambat kerja enzim-enzim. Sehingga pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan virus HIV.

HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein. Untuk tumbuh, materi genetik ini perlu diubah menjadi DNA (asam deoksiribonukleat), diintegrasikan ke dalam DNA inang, dan selanjutnya mengalami proses yang akhirnya akan menghasilkan protein. Protein-protein inilah yang kemudian akan membentuk virus-virus baru. Continue reading