Tes HIV

Tes HIV merupakan suatu tes untuk mengetahui apakah kita terinfeksi virus HIV atau tidak. Tes ini mencari antibodi terhadap HIV di dalam tubuh. Antibodi adalah suatu protein yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh untuk menyerang kuman tertentu. Antibodi terhadap semua kuman berbeda, jadi bila ditemukan antibodi terhadap HIV dalam darah, artinya kita terinfeksi virus HIV. Biasanya dibutuhkan tiga minggu hingga tiga bulan untuk membentuk antibodi tersebut. Selama masa jendela ini, tes kita tidak akan menunjukkan hasil positif walaupun kita terinfeksi.

Ada tes lain terkait HIV, yang dipakai setelah kita mengetahui dirinya terinfeksi HIV. Tes ini disebit tes Viral load, yaitu tes untuk mengukur jumlah virus dalam aliran darah.

PROSES TES HIV

Tes yang paling banyak dilakukan adalah tes darah. Walaupun terdapat juga tes yang dapat mencari antibodi dalam air seni, atau dalam cairan yang diambil dari dalam mulut (bukan air liur, melainkan digesekkan dari dalam pipi). Tes yang sering dipakai sekarang disebut tes cepat atau Rapid Test, yang mampu menyediakan hasil dalam 20-30 menit.

Untuk tes darah, contoh darah diambil dengan sebuah jarum suntik, atau tetes darah diambil setelah jari ditusuk dengan jarum sekali pakai. Jika hasil tes pertama positif (atau kadang disebut reaktif), hal ini menunjukkan kemungkinan kita terinfeksi HIV. Tetapi dilakukan dua tes lagi dengan cara berbeda untuk memastikan kebenaran hasilnya. Ini biasanya telah diurus oleh lembaga tempat tes tanpa sepengetahuan orang tersebut. Kadang laboratorium juga melaporkan angka non-reaktif. Angka ini tidak ada relevansi sama sekali dan dapat diabaikan.

Sebelum darah diambil, kita wajib diberi konseling oleh seorang konselor yang terlatih. Konseling ini akan memberi informasi dasar tentang HIV dan AIDS, manfaat dan kerugian kita mengetahui apakah kita terinfeksi, dan bagaimana kita akan bereaksi jika nanti hasilnya positif. Setelah itu, kita diminta menyetujui sebelum darah diambil (sering disebut informed consent). Kita juga wajib diberi konseling lagi oleh konselor yang sama saat hasilnya sudah ada. Hasilnya hanya boleh diberikan pada kita, dan tidak boleh diberikan pada orang lain tanpa persetujuan kita. Tempat melaksanakan tes bertanggung jawab untuk menjamin kerahasiaan nama kita dan hasil tes.

DIMANA DAPAT DILAKUKAN TES HIV

Semua rumah sakit rujukan AIDS (lebih dari 150 di seluruh Indonesia) menyediakan layanan tes HIV, sering kali di klinik disebut VCT (voluntary counseling and testing). Daftar rumah sakit rujukan dapat dilihat di situs web Spiritia atau dari Komisi Penanggulangan AIDS Daerah. Selain itu ada beberapa LSM yang menyediakan tes HIV, dan tes juga dapat dilakukan di beberapa laboratorium swasta, walau sering kali lab tersebut tidak menyediakan konseling.

WAKTU TES YANG TEPAT

Jika terinfeksi HIV, biasanya sistem kekebalan tubuh baru membentuk antibodi setelah tiga minggu hingga tiga bulan. Ini disebut masa jendela. Jadi, jika merasa telah melaksanakan perilaku berisiko tertular HIV, sebaiknya kita menunggu tiga bulan setelah peristiwa. Kita juga dapat langsung tes, dan mengulangi tes tiga bulan setelah peristiwa. Selama masa jendela ini, tes antibodi akan menunjukkan hasil negatif, tetapi walaupun begitu, jika kita sudah terinfeksi kita dapat menularkan orang lain.

Menurut pedoman Depkes RI, hasil tes HIV yang non-reaktif tiga bulan atau lebih setelah peristiwa berisiko berarti tidak terinfeksi HIV, atau HIV-negatif.

TES VIRAL LOAD

Tes viral load mencari potongan genetik HIV. Bibit ini terbentuk sebelum sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi. Tes viral load tidak biasa dipakai untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi, karena tes tersebut jauh lebih mahal dibandingkan tes antibodi. Selain itu, tingkat hasil yang salah lebih tinggi, sehingga tes viral load ini tidak disetujui oleh Depkes sebagai alat diagnosis HIV untuk orang dewasa di Indonesia.

KEBENARAN HASIL TES

Hasil tes antibodi untuk HIV benar untuk lebih dari 99,5% tes. Sebelum diberi hasil positif, tes diulang dua kali sebagai konfirmasi.

Ada dua keadaan khusus yang dapat memberi hasil yang salah:

Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang HIV-positif dapat menunjukkan hasil positif untuk beberapa bulan karena antibodi ibu diarahkan ke bayi yang baru lahir. Walaupun si bayi sebenarnya tidak terinfeksi, dia mempunyai antibodi terhadap HIV dan hasil tes akan positif. Tes lain, misalnya tes viral load, harus dipakai jika hasil yang benar dibutuhkan lebih cepat.

Orang yang baru terinfeksi dapat menunjukkan hasil negatif (non-reaktif) jika mereka dites terlalu dini sejak terinfeksi dengan HIV.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: