Program Pencegahan HIV/AIDS

Untuk mencapai tujuan pencegahan dengan berbagai sasaran maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan di kelompokan dalam program –program sebagai berikut:

  1. Program peningkatan pelayan konseling dan testing sukarela. Pelayanan konseling dan testing sukarela ditingkatkan jumlah dan mutunya dengan melibatkan kelompok dukungan sebaya sehingga mencapai hasil maksimal.
  2. Program peningkatan penggunaan kondom pada hubungan seks berisiko. Peningkatan penggunaan kondom pada setiap hubungan seks berisiko ditingkatkan untuk mencegah infeksi HIV dan IMS. Penggunaan kondom perempuan dimungkinkan untuk digunakan pada tempat-tempat yang memerlukan. Program mencakup juga Intervensi Perubahan Perilaku (Behavior Change Intervention = BCI).
  3. Program pengurangan dampak buruk penyalahgunaan napza suntik. Pengurangan dampak buruk penyalahgunaan napza suntik untuk mencegah penularan HIV dilaksanakan secara komprehensif dan bersama-sama dengan semua pemangku kepentingan terkait. Program juga dikaitkan dengan upaya pengurangan kebutuhan napza suntik bagi penasun. Program diutamakan di seluruh provinsi di Jawa dan ibu kota seluruh provinsi.
  4. Program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Pencegahan penularan dari ibu HIV positif kepada bayinya dilaksanakan terutama di daerah epidemi terkonsentrasi dan di provinsi Papua dan Irian Jaya Barat.
  5. Program penanggulangan Infeksi Menular Seksual (IMS). Penderita IMS mempunyai risiko 2-9 kali lebih besar untuk tertular HIV dibandingkan dengan bukan penderita. Program penanggulangan IMS meliputi surveilans, penemuan, pengobatan dan pencegahan ditingkatkan di semua daerah.
  6. Program penyediaan darah dan produk darah yang aman. Penyediaan darah dan produk darah yang aman diupayakan di semua unit transfusi darah baik yang berada di bawah binaan Palang Merah Indonesia (PMI) maupun yang berada di rumah sakit pemerintah dan swasta. Diutamakan di daerah dengan prevalensi tinggi.
  7. Program peningkatan kewaspadaan universal. Penerapan kewaspadaan universal harus dilaksanakan dengan benar oleh petugas dan masyarakat yang lansung terpapar seperti petugas pelayanan kesehatan, petugas sosial, polisi, penyelenggara jenazah, petugas lapas dan lainnya. Pengetahuan dan ketrampilan petugas dan sarana serta prasarana yang diperlukan perlu disediakan dengan cukup.
  8. Program komunikasi publik. Komunikasi publik yang baik akan menurunkan derajat kerentanan dari kelompok – kelompok rentan. Upaya ini dilakukan melalui komunikasi, informasi, pendidikan, penyuluhan, tatapmuka, pengurangan kemiskinan, pembinaan ketahanan keluarga dan penyetaraan gender dengan menggunakan jalur komunikasi dan media yang tersedia.

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: